Disebuah desa kecil di kabupaten blitar, kira kira 25 tahun yang lalu lahir seorang bayi laki-laki yang “lucu” (masih kira-kira sih soalnya tidak ada dokumen/foto yang menyatakan hal itu). Bayi itu tumbuh dan berkembang di tengah keluarga sederhana, jauh dari hal-hal yang mewah apalagi foya-foya. Si bungsu dari empat bersaudara, Dialah Pemilik blog ini, yang hari ini mencoba menulis perjalanan cinta panjangnya yang penuh dengan liku liku.
Enam tahun kemudian Dia pun mulai memasuki bangku kuliah paling dasar alias SD. Yah prestasinya sih biasa biasa saja mungkin karena dia tidak lulus SMA (sekolah menyanyi anak) alias TK, jadi dia kalah terampil dengan anak sebayanya (khusus dalam pelajaran loh, tapi dalam hal nyolong jambu ama mangga dia jagonya). Pelajaran yang paling dia sukai adalah menggambar, karena memang hobinya menggambar. Nilai yang didapat tidak tanggung-tanggung pasti dapat nilai 8 (nilai paling tinggi waktu itu). Kalau masalah hitung menghitung atau soal cerita dia pasti minta ampun. Mungkin karena sering dimarahi ortu sehingga memaksanya untuk belajar lebih giat. Jadi tidak heran pas kenaikan kelas bisa mendapat ranking 4 he he he lumayan. Kelas dua dilalui tanpa perubahan berarti, paling mentok dapat ranking 3 tiap kali ulangan caturwulan. Hingga ketika naik kelas 3 perubahan besar terjadi pada dirinya sekaligus mengawali cerita cintanya.
Dialah Dina Wahyuni, siswi cantik pindahan dari
Waktu itu kira-kira pertengahan kelas 4, sehabis pelajaran olahraga. Dengan mengumpulkan segala keberanian dia mencoba untuk menulis potongan kata kata hingga menjadi sebuah kalimat pendek tetapi sangat jelas maksudnya “ Aku Cinta Kamu”, tertulis pada selembar kertas putih sederhana tanpa amplop. Tidak menunggu lama segera dilipat dan diserahkanya kertas tersebut kepada sang pujaan hati, dengan penuh bimbang penasaran khawatir dan sedikit malu ditatapnya wajah gadis kecil itu memperhatikan setiap perubahan ekspresi yang muncul … Sang pujaan hati tersenyum dan malu-malu setelah membacanya, hanya berkata “Agung yeyek banget” singkat sih tapi apapun arti dari kata itu yang jelas senyum dan tingkah laku yang diperlihatkanya sudahlah cukup sebagai isyarat bahwa cinta monyet ( nguk… nguk..) itu mulai bersemi berkembang menghias hatinya.
Mungkin gadis cantik itu tidak tahu apa sebenarnya isi hati sahabatnya, setiap keakraban dalam bermain, senyuman dan tawa bersama mempunyai arti lebih dalam hati. Wah benar benar monyet kecil yan sedang jatuh hati… (nguk… nguk… lagi nih)
Waktu berlalu tak terasa, bangku SD harus ditinggal untuk mulai lagi ketingkat yang lebih tinggi berikutnya, keduanya pun juga sudah semakin besar (buah mangga yang dulu kecil juga sudah mulai gede, ha ha ha otak kotornya sudah bisa muncul tuh). Walaupun begitu mereka masih jauh dari mengerti apa itu arti cinta … cinta adalah bertemu bermain dan bercanda itulah kira-kira arti cinta waktu itu. Ketika duduk di bangku SMP kedua sahabat itu tidak lagi pernah bertemu, karena mereka belajar di sekolah yang berbeda. Ahh mungkinkah sang gadis idaman masih mengingat apa yang pernah dia tulis 5 tahun silam…?? Ah kayakya gak ingat deh, makanya diapun mulai berani untuk ingin lebih mengenal gadis kecil yang lain. Sempat pernah dekat sih tapi aneh, kenapa yang selalu hadir di setiap mimpi dan khayalannya tetap anak tetangganya itu (orang jawa bilang “Soale kadung kedanan kuwi mangkane ora iso lali”)
Diusia yang semakin bertambah keduanya pun semakin mengerti apa itu arti cinta, kebersamaan, dan rasa cemburu. Setiap pertemuan dan pandangan mata mempuyai arti yang lebih dalam lagi, tepatnya ketika keduanya duduk di bangku sekolah menengah, seperti anak muda yang lain mereka juga meluangkan waktu untuk pergi ke tempat-tempat wisata semacam pantai, bendungan dan sebangsanya ( bukan bangsa lelembut) untuk bisa lebih dekat dan saling mengenal. Indahnya masa-masa itu ketika sepasang kekasih memadu rasa bersama (manis, asem, asin = permen Nano nano).
Tetapi ternyata tidak mudah menyatukan dua karakter berbeda dalam satu naungan cinta, masalah demi masalah mulai datang dan menggoyang akar